PENDAHULUAN
HIMU – Higiene industri adalah tata kelola penerapan teknologi pengendalian potensi bahaya, sebagai upaya  perlindungan tenaga kerja dari potensi bahaya agar tidak mengalami gangguan kesehatan dan merasakan kenyamanan kerja selama jam kerja di lingkungan kerja perusahaan. Higiene Industri merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari, mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengendalikan bahaya yang timbul ditempat kerja yang dapat berdampak terhadap kesehatan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang industrial Higiene sangat pesat, hal ini disebabkan oleh tingginya tuntutan terhadap perlindungan kesehatan terhadap pekerja. Pekerja merupakan asset perusahaan yang paling berharga dan oleh karenanya kesehatan mereka harus dilindungi agar produktifitas perusahaan dapat terus ditingkatkan. Tanpa pengetahuan yang baik tentang industrial Higiene ditempat kerja maka akan sulit untuk melindungi pekerja dari paparan bahaya ditempat kerja. Potensi bahaya lingkungan kerja merupakan dampak dari kegiatan industri, yang dapat berupa faktor fisika, kimia, biologi, psikologis dan ketidakserasian dari alat kerja dan aspek antropometri tenaga kerja (ergonomi).

Dalam rangka memastikan tenaga kerja yang berprofesi di bidang Higiene industri memiliki standar kompetensi yang sesuai, maka mereka perlu mengikuti uji kompetensi. Sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian sertifikasi kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi kerja baik yang bersifat nasional maupun internasional. Dengan memiliki sertifikasi kompetensi K3 maka seseorang akan mendapatkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi yang dikuasainya yang diterbitkan dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Training kompetensi ini untuk mempersiapkan peserta mengikuti uji kompetensi dan memperoleh sertifikat Kompetensi HIMU – Ahli Higiene Industri level Muda yang dikeluarkan oleh BNSP dirancang berbasis kompetensi (Competency Based Training) yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) K3. Untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi, para peserta training akan diuji oleh assessor dari LSK-K3 (Lembaga Sertifikasi Kompetensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja). LSK-K3 didukung oleh KEMENAKERTRANS melalui surat resmi dari Direktur Jendral BINWASNAKER NOMOR B-710 tertanggal 31 DESEMBER 2008 Untuk terwujudnya sertifikasi kompetensi K3 di Indonesia dalam menghadapi era
persaingan global / AFTA.

TUJUAN
Untuk Perusahaan / Industri:

  •  Perusahaan memiliki tenaga kerja kompeten dengan terpenuhinya standar
    kompetensi kerja karyawan di bidang higien industri.

Untuk Pekerja:

  • Peserta memiliki pengetahuan dan kemampuan serta sikap kerja yang baik untuk melaksanakan konsep industrial higiene, peraturan atau standar yang berkaitan dengan industrial higiene perusahaan.
  • Peserta mampu melakukan analisis bahaya dan risiko kesehatan pada pekerja.
  • Peserta mampu mengembangkan program pengendalian dan perbaikan industrial higiene di perusahaan.
  • Peserta mampu membuat program higiene industri.
  • Peserta mampu membuat program promosi kesehatan kerja.

Materi Training dan Uji Kompetensi
Unit Kompetensi Ahli Higiene Industri Muda berdasarkan SKKNI Higiene Industri

Bidang Pekerjaan : Higiene Industri
Kompetensi : HIMU – Ahli Higiene Industri Muda

Kompetensi Umum

1. KKK.HI.01.001.01 Melakukan pekerjaan Higiene industri secara professional yang sesuai dengan kode etik profesi

2. KKK.HI.01.002.01 Melaksanakan peraturan dan perundangan Negara Republik Indonesia di bidang K3 yang berkaitan dengan bidang Higiene industri

Kompetensi Inti

1. KKK.HI.02.001.01 Melaksanakan program Higiene industri
2. KKK.HI.02.002.01 Mengantisipasi dan mengenal risiko kesehatan kerja pada saat fase operasi, maintenance dan gawat darurat

3. KKK.HI.02.003.01 Melakukan promosi kesehatan tentang pengetahuan bahaya risiko kesehatan di industri
4. KKK.HI.02.004.01 Melakukan aplikasi sistem informasi Higiene industri

Kompetensi Khusus

1. KKK.HI.03.001.01 Melakukan pengukuran risiko kesehatan kerja di tempat kerja dengan dengan teknik pengumpulan sampel yang benar

2. KKK.HI.03.002.01 Mengikuti perubahan dan kemajuan di bidang profesi higiene industri untuk meningkatkan
kemampuannya

 Outline Materi
1) Peraturan / UU Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
2) Peraturan / UU Kesehatan
3) Bahaya Bahan Kimia Terhadap Kesehatan
4) Bahaya Fisika Terhadap Kesehatan
5) Teknik Identifikasi bahaya dan risiko kesehatan
6) Teknik Sampling dan Pengukuran Bahaya kesehatan
7) Teknik Pengendalian Bahaya dan Risiko Kesehatan
8) Promosi Kesehatan

 

Instruktur
 Tim instruktur yang kompeten
 Tim LSP (Uji kompetensi hari ke 3)

Persyaratan Peserta
No. Pendidikan Pengalaman Kerja
1) Sarjana K3 (S1) – 2) S 1 – Teknik (non K3) 6 Bulan dibidang K3
3) S1 – Non Teknik + non K3 1 Tahun dibidang K3
4) D3 Teknik 1.5 Tahun dibidang K3
5) D3 non Teknik 2 Tahun dibidang K3
6) SLTA/SMK 5 Tahun dibidang K3

Peserta wajib membawa kelengkapan sebagai berikut:
1) Foto copy Ijasah terakhir
2) Foto copy KTP / Paspor / Kitas
3) Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung / Rekanan Kerja (bila ada)
4) CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja

Durasi Training kompetensi
Pelaksanaan Training kompetensi inhouse selama 3 (tiga) hari diklat dan 1 (satu) hari uji kompetensi.

 

×

Hello!

Hi, ada yang bisa Kami bantu! Klik Chat Whatsapp kami di bawah ini dan kami akan jawab keperluan Anda segera mungkin atau email ke  safetypreneur2017@gmail.com

× Hi, ada yang bisa saya bantu!